SEKILAS INFO

     » MADIUN GEMAR MEMBACA DAN TERTIB ARSIP 2018      » SEGALA BENTUK LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN MADIUN GRATIS      » SELANGKAH KE PERPUSTAKAAN SEJUTA PENGETAHUAN      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN MADIUN
LAKIP
Tanggal Posting: 27 April 2015

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   LATAR BELAKANG

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepostime, disebutkan bahwa salah satu asas umum penyelenggaraan negara adalah asas akuntabilitas, dimana kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Wujud akuntabiltas pemerintah yang selama ini digunakan adalah Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 dan teknis penyusunannya diterapkan dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang diperbaiki dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

 

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tujuan-rujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam mencapai misi organisasi. Ruang Lingkup Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dilakukan pada semua aspek kegiatan, umumnya meliputi aspek managerial, sebagai acuan dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun merupakan media pertanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun dalam rangka untuk mendorong penyelenggaraan tugas secara baik dan benar yang berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kebijakan yang transparan, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efektif, efisien dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya, menjadikan masukan dan umpan balik bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah, serta terpeliharranya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

 

  1. B.   TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun yang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor. 13 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Madiun.  Adapun tugas pokok dan fungsi tercantum dalam Peraturan Bupati Madiun Nomor 63 Tahun 2011 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan.

  1. TUGAS POKOK

Tugas pokok Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun adalah :

Melaksanakan Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang Perpustakaan, Bidang Arsip dan Dokumentasi.

  1. FUNGSI

Dalam melaksanakan tugas pokok dimaksud, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun menyelenggarakan fungsi :

  1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
  2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya;
  3. Pembinaan dan peaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya;
  4. Pelaksaan tugas selain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.

 

Uraian Tugas Pokok dan Fungsi

  • Kepala Kantor Mempunyai Tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi Pelaksanaan Otonomi Daerah pada Urusan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
  1. Untuk melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud, Kepala Kantor mempunyai Fungsi :
    1. Penyusunan Rumusan pengambilan kebijakan teknis dibidang urusan Perpustakaan dan Kearsipan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
    2. Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan Pelayanan Umum di Bidang Perpustakaan dan Kearsipan;
    3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Perpustakaan dan Kearsipan;
    4. Pengkajian dan pengembangan sistem Perpustakaan dan Kearsipan;
    5. Pelaksanaan kerjasama dengan Lembaga / Badan / Instansi terkait di Daerah;
    6. Pembinaan Sumber Daya Manusia ( SDM ) dan Evaluasi sistem informasi Perpustakaan dan Kearsipan;
    7. Pelaksanaan penyusunan Bibliografi Daerah, Katalog Induk Daerah, Buku rujukan berupa indek dan literatur sekunder  lainnya;
    8. Pengadaan, pengumpulan, penyimpanan, pelestarian dan pengkajian bahan pustaka karya cetak, dan karya rekam;
    9. Pelaksanaan pemindahan, pemusnahan, penyimpanan, pemeliharaan, pelestarian dan pendayagunaan arsip;
    10. Pelaksanaan pengendalian, pengawasan dan pembinaan di bidang administrasi kepegawaian, pengelolaan anggaran, dan pelaksanaan tugas dinas;
    11. Penyelenggaraan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bekerja di lingkungan kantor;
    12. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas di bidang perpustakaan dan kearsipan, dan;
    13. Pelaksanaan tugas selain yang diberikan oleh Bupati.
  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanaan pengelolaan administrasi umum yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan yang meliputi administrasi kepegawaian, sarana prasarana, asset, dan keuangan.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sub Bagian Tata   Usaha mempunyai Fungsi :

  1. Penyiapan bahan koordinasi penyusunan program kerja, perencanaan dan penyelenggaraan tugas masing-masing Seksi secara terpadu serta tugas pelayanan administratif;
  2. Pelaksanaan pelayanan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, peralatan dan perlengkapan ;
  3. Pelaksanaan menyiapkan bahan koordinasi dan mengelola rencana kegiatan, rencana anggaran, keamanan dan kebersihan kantor, kebutuhan peralatan dan perlengkapan ;
  4. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan meliputi administrasi umum, administrasi kepegawaian, keuangan, peralatan dan perlengkapan dan keamanan ;
  5. Pelaksanaan evaluasi dan membuat laporan kegiatan ketatausahaan ;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor
  • Kepala Seksi Deposit, Pengolahan dan Pengembangan mempunyai tugas:
  1. Menyusun kebijakan teknis, perencanaan dan program kerja pada Seksi Deposit, Pengolahan dan Pengembangan;
  2. Melaksanakan pengadaan bahan pustaka sebagai koleksi perpustakaan ;
  3. Melaksanakan pemeliharaan bahan pustaka ;
  4. Melaksanakan pengolahan bahan pustaka sesuai aturan teknik pengolahan perpustakaan yang berlaku ;
  5. Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas pada Seksi Deposit, Pengolahan dan Pengembangan ;
  6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor.

 

  • Kepala Seksi Layanan dan Informasi mempunyai tugas :
  1. Menyusun kebijakan teknis, perencanaan dan program kerja pada Seksi Layanan  dan Informasi ;
  2. Menyelenggarakan pemberian jasa informasi perpustakaan ;
  3. Melaksanakan bimbingan tentang pemanfaatan dan penggunaan perpustakaan dokumentasi dan informasi ;
  4. Melaksanakan jaringan layanan perpustakaan ;
  5. Melaksanakan pertanggungjawaban terhadap keamanan dan keutuhan bahan pustaka yang dipinjam oleh pengguna perpustakaan ;
  6. Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas pada Seksi Layanan dan Informasi ;
  7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor.

 

  • Kepala Seksi Kearsipan mempunyai tugas :
  1. Menyusun kebijakan teknis, perencanaan dan program kerja pada Seksi Kearsipan ;
  2. Melaksanakan pengolahan arsip in aktif dan statis ;
  3. Melaksanakan penyimpanan, pemeliharaan, perawatan dan pengendalian arsip ;
  4. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan tata kearsipan dan aparatur kearsipan dilingkungan perangkat daerah, BUMD, Kecamatan dan Desa / Kelurahan ;
  5. Melaksanakan database kearsipan ;
  6. Melaksanakan evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas pada Seksi Kearsipan ;
  7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Kantor.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. STRUKTUR ORGANISASI
  • Struktur Organisasi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor: 13 Tahun 2011.

 

 

 

 

KEPALA KANTOR

 

 

SUB BAGIAN TATA USAHA

 

 

 

SEKSI LAYANAN DAN INFORMASI

 

 

SEKSI  KEARSIPAN

 

STAFF

 

 

STAFF

 

 

STAFF

 

STAFF

 

 SEKSI DEPOSIT, PENGOLAHAN DAN PENGEMBANGAN

 

STAFF

 

STAFF

 

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

 

 

 

Keterangan :

Susunan Organisasi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan :

  1. Kantor Perpustakaan dan Kearsipan terdiri dari Kepala Kantor, Sub Bagian Tata Usaha, dan 3 (tiga) Seksi.
  2. Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
  3. Masing-masing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang terdiri dari :
    1. Seksi Deposit, Pengolahan, dan Pengembangan;
    2. Seksi Layanan dan Informasi;
    3. Seksi Kearsipan.

Kelompok Jabatan fungsional.

 

  1. C.   ASPEK STRATEGIS ORGANISASI

Berbagai permasalahan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat baik pada tataran kehidupan individual maupun kelompok, tataran kehidupan organisasi, akan selalu muncul dan menginginkan penyelesaian yang terarah, proporsional, cepat dan pasti. Hal tersebut membutuhkan informasi atau pengetahuan sebagai pendukung dan penyempurnaan dalam mengambil dan menentukan keputusan apa yang dapat dengan segera memberikan solusi cerdas. Perpustakaan dengan segudang informasi dan pengetahuan dapat meluruskan dan memudahkan melalui pendayagunaan kekayaan informasi di dalamnya.

Melihat peran strategik perpustakaan itulah, maka melalui upaya yang terus menerus dan serius, perpustakaan harus semakin dapat dipercaya, dimutakirkan, dan dikembangkan dengan dukungan seluruh sumber daya yang tersedia di dalam perpustakaan.

Keberadaan perpustakaan merupakan keniscayaan, dalam masyarakat yang semakin maju dan berbudaya. Untuk ituah dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, diamanatkan tentang peran dan fungsi strategis perpustakaan sebagai penjamin bagi terselenggaranya kegiatan perpustakaan yang berkualitas, yaitu perpustakaan yang mampu meningkatkan kegemaran membaca masyarakat (reading habit society) menuju masyarakat pembelajar (learning society) yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kecerdasan kehidupan masyarakat.

Untuk itulah lembaga perpustakaan harus menyediakan koleksi yang lengkap dan selalu update informasi. Sedangkan untuk memanfaatkannya peran masyarakat dalam pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sangat penting sehinga perlu ada dorongan dari berbagai bentuk seperti pemberian penghargaan dan sejenisnya.

Sementara itu dalam Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2010-2014 telah menetapkan 11 (sebelas) program prioritas nasional, dimana salah satu diantaranya adalah reformasi birokrasi dan tata kelola. Prioritas ini sangat erat kaitannya denga tugas fungsi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan utamanya dalam urusan wajib kearsipan. Untuk itulah dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik dan bersih serta dalam menjaga agar dinamika gerak maju masyarakat kedepan agar semakin berada pada pilar menuju visi yang telah ditetapkan, maka arsip yang tercipta harus dapat menjadi sumber informasi acuan dan bahan pembelajaran masyarakat. Oleh karena itu setiap unit pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi bermasyarakat, perusahaan dan perseorangan harus menunjukkan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan, penciptaan, pengelolaan dan pelaporan arsip yang tercipta dari kegiatan-kegiatannya.

Aspek strategik bidang perpustakaan dan kearsipan di Pemerintah Kabupaten Madiun ditunjukkan dalam Peraturan Daerah No. 10 tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Madiun tahun 2013-2018, dimana bidang perpustakaan dirumuskan masuk dalam misi ke-2 yaitu meningkatkan sistem sosial yang dianmis, berkeadilan dan berbudaya. Sedangkan untuk urusan kearsipan dirumuskan masuk kedalam misi ke-4 yaitu meningkatkan pemerintahan yang demokratis dan terpercaya.

 

  1. D.   PERMASALAHAN UTAMA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN MADIUN

Dalam mewujudkan visi dan misi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan terdapat beberapa permasalahan utama (strategic issued) yaitu:

  1. Keberadaan bangunan kantor (1 unit) yang selain berfungsi sebagai kantor juga berfungsi sebagai ruang referensi dan ruang baca sehingga terasa kurang representatif. Demikian juga untuk pengembangan sarana yang menjadi sarana dan prasarana standar sebuah perpustakaan menjadi tidak terpenuhi. Seperti ruang pengolahan, ruang multimedia, ruang teknologi informasi, gudang dan ruang serbaguna.
  2. SDM memiliki kompetensi bidang perpustakaan (pustakawan) dan bidang kearsipan (arsiparis) belum ada. Hal ini menjadi permasalahan utama terkait kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.
  3. Anggaran yang sangat terbatas sehingga ruang kreasi bagi pengembangan kapasitas perpustakaan dan kearsipan menjadi terbatas. Ruang inovasi yang telah direncanakan namun belum terealisasi antara lain, pengembangan taman literasi caruban, program jam kunjung perpustakaan sekolah, pengembangan perpustakaan desa dan sudut baca di SKPD, serta pengembangan depo arsip yang representatif.

 

  1. E.   SISTEMATIKA PENYAJIAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menyajikan Pencapaian Kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun selama tahun 2014.

Dalam laporan ini pencapaian kinerja diukur dari pencapaian sasaran, yaitu dengan pengukuran atas indicator-indikator yang dianggap mampu mengukur pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Tahun 2009 – 2013.

Sistematika Penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja SKPD, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Tahun 2014 adalah sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun dengan penekanan kepada aspek strategis serta permasalahan utama (strategic issued) (strategic issued) yang sedang dihadapi Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.

 

Bab II : Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun 2014.

 

Bab III : Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014

  1. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakuakn analisis capaian kinerja sebagai berikut:

  1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
  2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
  3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengantahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan startegis organisasi;
  4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional
  5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;
  6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
  7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
  8. Realisasi Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

 

Bab IV : Penutup

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkeh di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatakan kinerjanya.

 

Lampiran

 

 

 

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

 

  1. A.   RPJMD TAHUN 2013 – 2018

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Madiun merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk kurun waktu 5 tahun, yaitu mulai tahun 2013-2018. RPJMD ini merupakan tahap kedua pelaksanaan RPJPD Kabupaten Madiun tahun 2005-2025.

RPJMD ini selanjutnya oleh SKPD dipedomani dan dijabarkan dalam dokumen Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Visi yang terkandung dalam RPJMD adalah “Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera Tahun 2018”.

Adapun upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang disebut sebagai misi, ditetapkan ada 4 rumusan misi, yaitu:

  1. Peningkatan perekonomian rakyat berbasis agro dan berwawasan bisnis.
  2. Meningkatkan sistem sosial yang dinamis, berkeadilan dan berbudaya.
  3. Meningkatkan daya saing daerah dan kelestarian lingkungan hidup.
  4. Meningkatkan pemerintahan yang demokratis dan terpercaya.

Adapun Kantor Perpustakaan dan Kearsipan mengemban amanat yang terkandung dalam misi ke-2 dan misi ke-4 dengan sasaran pada misi ke-2 yaitu meningkatnya minata baca masyarakat dan sasaran misi ke-4 adalah meningkatnya pengelolaan kearsipan daerah.

Untuk misi ke-2 strategi yang ditetapkan adalah peningkatan pendidikan masyarakat baik pendidikan formal dan informal. Arah kebijakan yang digariskan guna mewujudkan sasaran misi ke-2 di atas adalah dengn meningkatkan mutu perpustakaan daerah dan mengembangkan sistem pelayanan terpadu dengan perpustakaan di sekolah-sekolah, sedangkan strategi untuk misi ke-4 adalah mengoptimalkan tertib administrasi dan pelayanan kearsipan. Arah kebijakan yang telah digariskan guna mewujudkan misi ke-4 diatas adalah meningkatakan kualitas sistem kearsipan dan pelayanan kearsipan.

Adapun untuk program pembangunan daerah di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan ditetapkan:

  1. Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan
  2. Program perbaikan sistem administrasi kearsipan

Indikator kinerja yang ditetapkan RPJMD dalam menjamin pencapaian tujuan dan sasaran dari visi dan misi pembangunan daerah.

Indikator kinerja merupakan kunci untuk mengetahui apakah kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan bila dibandingkan terhadap hasil yang hendak dicapai dapat terpenuhi.

Adapun indikator kinerja daerah untuk urusan wajib Perpustakaan dan Kearsipan periode tahun 2013-2018 disajikan dalam tabel berikut:

 

 

 

 

 

No

 

 

Misi

 

 

Sasaran

 

 

Strategis

 

Arah

Kebijakan

 

Indikator

Kinerja

Utama

Kondisi Kinerja

Pada Awal Periode

Target Capaian

Kondisi Kinerja Pada Akhir Periode RPJMD

2013

2014

2015

2016

2017

2018

1

Meningkatkan kualitas SDM birokrasi dan menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance), demokratis dan terpercaya, dalam sistem yang akuntabel, transparan responsif dan akomodatif terhadap masalah dan tantangannya serta meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Peningkatan, pengelolahan, pengelolaan dan pemeliharaan arsip daerah

Mengoptimlakan tertib administrasi dan pengelolaan kearsipan

Meningkatkan kualitas sistem kearsipan serta pelayanan kearsipan

Kearsipan

  1. Pengelolaan arsip secara baku (%)
  2. Kegiatan peningkatan SDM pengelolaan kearsipan

 

0

 

 

0

 

0

 

 

1

 

5

 

 

2

 

10

 

 

3

 

15

 

 

4

 

20

 

 

5

 

25

 

 

6

 

25

 

 

6

2

Meningkatkan kesejahteraan mesyarakat berbasis ketahanan sosial dan ketahanan keluarga, sehingga masyarakat dapat meningkatkan fungsi sosial ekonomi secara laayk dan bermartabat serta dapat memutuskan serta rantai kemiskinan berbasis kemandirian

Memasyarakatkan minat dan budaya baca

Peningkatan pendidikan masyarakat baik formal maupun informal

 

Perpustakaan

  1. Jumlah perpustakaan (unit)
  2. Jumlah pengunjung perpustakaan (orang)
  3. Koleksi buku tersedia di perpustakaan daerah (buku)

 

 

23

 

 

8.433

 

 

 

24.083

 

26

 

 

8.625

 

 

 

24.083

 

29

 

 

9.425

 

 

 

24.583

 

36

 

 

10.225

 

 

 

25.083

 

 

 

39

 

 

11.025

 

 

 

25.583

 

42

 

 

11.825

 

 

 

26.083

 

45

 

 

12.625

 

 

 

26.583

 

45

 

 

12.625

 

 

 

26.583

Tabel 2.1: Penetapan indikator kinerja daerah terhadap capaian kinerja penyelenggaraan urusan pemerintah bidang Perpustakaan dan Kearsipan tahun 2013-2018

 

 

  1. B.   RENCANA STRATEGIS KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2013-2018

Perencanaan Strategis adalah proses berkelanjutan dan sistematis dari pembuatan keputusan yang beresiko, yaitu dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasikannya untuk usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik.

Perencanaan strategis disusun sebagai acuan dalam pengelolaan sumber daya, yang mana diharapkan dengan adanya perencanaan strategis tersebut, pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkendali serta dapat mengakomodasi dan mengantisipasi perubahan lingkungan internal dan eksternal yang terjadi.

Komponen Perencanaan Strategis meliputi pernyataan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang berupa kebijakan dan program kerja. Komponen-komponen Perencaan Strategis tersebut telah dituangkan dalam Dokumen Rencana Strategis Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan.

Masing-masing komponen Rencana Strategis tersebut dapat diuraikan -sebagai berikut :

  1. 1.    VISI

Visi merupakan hasil refleksi dan proyeksi tentang arah yang hendak dituju Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun dalam menjalankan amanat publik, yang digali dari nilai-nilai luhur yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki menuju apa yang ingin diwujudkan.

Visi Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun adalah :

“ Madiun Gemar Membaca dan Tertib Arsip 2018  “.

Arti dan makna dari visi tersebut adalah :

  1. Agar dapat meningkatkan Minat dan Budaya baca masyarakat untuk mewujudkan masyarakat pembelajar, serta melayani bidang perpustakaan yang terbuka ;

 

 

  1. Untuk menangani pelayanan bidang kearsipan yang bersifat tertutup dan rahasia.

 

  1. 2.    MISI

Misi adalah kristalisasi dari keinginan menyatukan langkah dan gerak dalam mencapai visi yang telah ditetapkan Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun.

Misi Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Pendayagunaan Perpustakaan melalui pembinaan pelayanan dan pemasyarakatan minat dan budaya baca; ;
  2. Meningkatkan Pendayagunaan Kearsipan melalui pembinaan pelayanan pengelolaan sistem administrasi kearsipan serta penyelamatan arsip yang bernilai guna..
  3. 3.    TUJUAN

Dengan memperhatikan Visi dan Misi tersebut Kantor Perpustakaan dan Kearsipan menetapkan tujuan jangka menengah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan layanan perpustakaan yang bermutu;
  2. Memasyarakatkan minat dan budaya baca;
  3. Pembinaan dan pelayanan pengelolaan sistem administrasi kearsipan;
  4. Penyelamatan dan pemeliharaan arsip statis.
  5. 4.    SASARAN

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan secara nyata dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan.

Sasaran strategis Kantor Perpustakaan dan Kearsipan merupakan bagian integral dari proses perencanaan strategis Kantor Perpustakaan dan Kearsipan  merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang.

Adapun sasaran strategis jangka menengah Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun beserta penjabarannya adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Madiun;
  2. Meningkatkan perpustakaan desa / kelurahan;
  3. Meningkatkan memasyarakatkan minat dan budaya baca pada masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa;
  4. Meningkatkan Komunitas Baca Masyarakat;
  5. Meningkatkan pembinaan dan pelayanan pengolahan sistem kearsipan pada SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun;
  6. Meningkatkan pendayagunaan Pemerintah Desa / kelurahan sebagai pengelola arsip desa / kelurahan;
  7. Peningkatan Sarana dan prasarana;
  8. Pengembangan program pengelolaan arsip statis berbasis IT.

 

  1. 5.    STRATEGI DAN KEBIJAKAN

STRATEGI

Untuk mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran tersebut Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun menentukan strategi sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun;
  2. Meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan dan pengelolaan kearsipan;
  3. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia yang ada dan sarana prasarana;
  4. Mengembangkan produk andalan pelayanan perpustakaan dan pengelolaan kearsipan;
  5. Mengadakan pembinaan baik di bidang perpustakaan dan bidang kearsipan..

 

KEBIJAKAN

Kebijakan adalah inisiatif strategis Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun yang bersifat mengalokasikan, mendistribusikan dan mengatur penggunaan sumber daya yang dimiliki untuk pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Dalam mewujudkan dan menjalankan strategi, Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun menentukan kebijakan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kinerja aparatur Kantor Perpustakaan Dan   Kearsipan Kabupaten Madiun;
  2. Meningkatkan pelayanan umum pada Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun;
  3. Mengembangkan Pembinaan Perpustakaan dan Kearsipan;
  4. Optimalisasi pemanfaatan buku perpustakaan yang ada dan pemeliharaan kearsipan;
  5. Optimalisasi Sumber daya manusia yang ada;
  6. Menjaga Kestabilan dan meningkatkan mutu pelayanan pada anggota.

 

  1. 6.    PROGRAM

Program adalah rencana tindak jangka panjang yang secara sistematis mengarahkan seluruh aktifitas yang akan dilaksanakan pada pencapaian tujuan dan sasaran.

Program-program Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Madiun adalah sebagai berikut :

  1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;
  2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;
  3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;
  4. Program Pengembangan budaya baca dan pembinaan Perpustakaan;
  5. Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan.

Hubungan antara komponen Rencana Strategis yang terdiri dari visi, misi tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan program  dapat dilihat dalam Lampiran Matriks Rencana Strategis.

 

  1. C.   PENETAPAN KINERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2014

Sasaran dan program pembangunan bidang perpustakaan dan kearsipan telah ditetapkan dalam Renstra Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2013-2014, yang akan dilaksanakan dan dicapai melalui berbagai kegiatan setiap tahun yang didalamnya meliputi perencanaan kinerja tahunan sebagai perwujudan komitmen terhadap pencapaian target-target kinerja yang akan dicapai maka setiap tahun anggaran disusun Penetapan Kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu serta tahun tertentu yang mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah dalam hal ini Bupati Madiun; sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja dan sebagai dasar pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment).

Kantor Perpustakaan dan Kearsipan membuat penetapan kinerja tahun 2014 sebagaimana disadikan dalam tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2.2: Penetapan Kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Tahun

                  2014

 

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

1

Meningkatnya budaya baca

  • Jumlah perpustakaan
  • Jumlah pengunjung perpustakaan

 

  • 28 unit

 

  • 9.425 org/tahun

 

2

Meningkatnya pelayanan perpustakaan

  • Prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan/permintaan pemustaka
  • Jumlah sekolah yang bisa mengakses perpustakaan keliling
  • Jumlah anggota perpustakaan
  • Jumlah buku dipinjam
  • Jumlah petugas pengelola perpustakaan sekolah  yang memperoleh pelatihan
  • Prosentase tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan

 

 

 

 

 

 

 

  •  

 

 

 

 

  • 1.750 orang

 

  • 3.000 eksemplar

 

  • 50 orang

3

Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan

  • Prosentase SKPD yang telah mengelola arsip secara baku
  • Jumlah Bimtek bagi petugas pengelola arsip
  • Jumlah pengelola arsip yang memperoleh pelatihan
  • Jumlah akuisisi arsip statis SKPD
    •  

 

 

 

  • 2 kali

 

 

  • 50 orang

 

 

 

  • 2 unit

 

 

 

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014

 

  1. A.   CAPAIAN DAN ANALISIS KINERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN MADIUN

Dalam bab ini akan diuraikan akuntabilitas kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun pada tahun 2014 untuk mengukur pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di dalam Renstra Kantor Perpustakaan dana Kearsipan Kabupaten Madiun tahun 2013 sampai dengan 2018, dan telah dituangkan dalam Rencana Kerja tahun 2014 dan penetapan kinerja tahun 2014. Selain itu juga akan dibahas terkait dengan akuntabilitas keuangan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.

Selama tahun 2014 telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan. Pengukuran yang ditujukan dalam Lakip ini lebih focus pada realisasi sasaran dan realisasi kegiatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa selama tahun 2014 Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun telah berhasil melaksanakan tugas dan fungsinya yang diwujudkan dalam keberhasilan pencapaian sasaran.hal ini dapat dilihat dari hasil pencapaian indicator kinerja.

Metode pembandingan capaian kinerjasasaran dilakukan dengan membandingkan antara rencana kinerja yang diinginkan dengan realisasi kinerja yang dicapai oleh Kantor Perpustakaan dan Kearsipan. Selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya celah kinerja yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan di masa mendatang. Metode ini terutama bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak eksternal tentang sejauh mana pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan.

Hasil pencapaian kinerja Kantor Perpustakaan dan Kearsipan dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Sasaran strategis 1 : Meningkatnya budaya baca, dalam mencapai sasaran strategis ini, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan mengidentifikasi 2 indikator yaitu:
  • Jumlah Perpustakaan
  • Jumlah pengunjung perpustakaan

Pencapaian sasaran strategis ini untuk tahun 2014 dapat dijelaskan dalam table sebagai berikut:

Table 3.1: capaian indikator kinerja untuk sasaran strategis 1

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

1

Jumlah perpustakaan

28 unit

41 unit

146,4

2

Jumlah pengunjung perpustakaan

9.425 orang/tahun

12.565 orang

133,3

 

Sedangkan bila dibandingkan pencapaian kinerja tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 3.2 : capaian indikator kinerja untuk sasaran strategis 1 tahun

                      2012-2014

No

Indikator Kinerja

Tahun

Perubahan

2012

2013

2014

1

Jumlah perpustakaan

-

33

41

Naik 8 unit

2

Jumlah pengunjung perpustakaan

-

8.640

12.565

Naik 3.925 orang

 

 

 

Analisis Perbandingan Antara Capaian Kinerja dengan Target Kinerja Tahun 2014 Serta Perbandingan Capaian Kinerja dengan Tahun Sebelumnya Untuk Sasaran Strategis 1

  1. Jumlah perpustakaan

Tahun 2014 target jumlah perpustakaan adalah 28 unit dan terealisasi 41 unit. Hal ini berkaitan dengan upaya Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun untuk terus melakukan pembinaan terhadap perpustakaan desa dan sekolah di lingkup Kabupaten Madiun serta membangun kerjasama dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan dalam upaya pengembangan jumlah perpustakaan di Kabupaten Madiun.

Sedangkan untuk capaian kinerja tahun 2014 jumlah perpustakaan naik 8 unit dari tahun 2013 yang hanya 33 unit.

Grafik perbandingan target dan realisasi indikator kinerja jumlah perpustakaan dapat dilihat pada gambar di bawah:

 

  1. Jumlah pengunjung perpustakaan

Realisasi jumlah pengunjung pada tahun 2014 ini adalah 12.565 orang dari target sebanyak 9.425 orang. Hal ini terkait dengan meningkatnya mutu pelayanan dan sarana penunjang dengan semakin luasnya akses wifi gratis dan semakin panjangnya jam pelayanan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan. Selain itu saat telah dibangun juga Creative Park  di halaman belakang yang bisa difungsikan sebagai media diskusi yang dilengkapi pula dengan sarana penunjang wifi gratis guna menambah kenyamanan dan privasi pengunjung perpustakaan yang menginginkan suasana alam bebas saat membaca maupun berinternet.

Sedangkan untuk jumlah pengunjung perpustakaan tahun 2014 naik sebanyak 3.925 orang dari tahun 2013 yang hanya sebanyak 8.640 pengunjung perpustakaan.

Grafik perbandingan realisasi dengan target untuk indikator kinerja jumlah pengunjung perpustakaan, seperti di bawah ini:

 

 

  1. Sasaran strategis 2 : Meningkatnya pelayanan perpustakaan, dalam mencapai sasaran strategis ini, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan mengidentifikasi 3 indikator yaitu:
  • Prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan/permintaan pemustaka
  • Jumlah sekolah yang bisa mengakses perpustakaan keliling
  • Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan

Pencapaian sasaran strategis ini untuk tahun 2014 dapat dijelaskan dalam table sebagai berikut:

 

                     Table 3.3: capaian indikator kinerja untuk sasaran strategis 2

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

% Capaian

1

Prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan/permintaan pemustaka

25%

40%

160

2

Jumlah sekolah yang bisa mengakses perpustakaan keliling

239 sekolah

275 sekolah

115,1

3

Prosentase tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan

50%

75%

150

 

Sedangkan bila dibandingkan pencapaian kinerja tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 3.4 : capaian indikator kinerja untuk sasaran strategis 2 tahun

                      2012-2014

No

Indikator Kinerja

Tahun

Perubahan

2012

2013

2014

1

Prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan/permintaan pemustaka

-

15

40

Naik 25%

2

Jumlah sekolah yang bisa mengakses perpustakaan keliling

-

264

275

Naik 11 sekolah

3

Prosentase tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan

-

45

75

Naik 30%

 

 

Analisis Perbandingan Antara Capaian Kinerja dengan Target Kinerja Tahun 2014 Serta Perbandingan Capaian Kinerja dengan Tahun Sebelumnya Untuk Sasaran Strategis 2

  1. Prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan/permintaan pemustaka

Di tahun 2014 untuk indikator ini tercapai sebesar 40% dari target yang ditetapkan sebesar 25%. Hal ini terkait dengan adanya upaya untuk terus memberikan peluang kepada pemustaka untuk ikut menjadi bagian dari Perpustakaan Umum Kabupaten Madiun dengan menyampaikan saran bahan pustaka yang dikehendaki pada kegiatan pengadaan bahan pustaka. Pemustaka bisa menyampaikan saran bahan pustaka yang dikehendaki melalui jaringan INLIS perpustakaan maupun secara manual pada buku pengajuan bahan pustaka yang tersedia di meja pelayanan.

Sedangkan perbandingan pencapaiannya dengan tahun 2013 terdapat kenaikan sebesar 25% dari pencapaian tahun 2013 sebesar 15%.

Grafik perbandingan realisasi dengan terget untuk indikator prosentase pemenuhan klasifikasi bahan pustaka yang bisa dipenuhi sesuai kebutuhan pemustaka, seperti di bawah ini:

 

 

 

  1. Jumlah sekolah yang bisa mengakses perpustakaan keliling

Pada tahun 2014 jumlah sekolah yang dikunjungi oleh mobil perpustakaan keliling sebanyak 275 sekolah atau mengalami pencapaian sebesar 115,1% dari target yang ditetapkan sebesar 239 kunjungan pusling ke sekolah.

Sedangkan perbandingan pencapaian indikator kinerja ini dengan tahun 2013 terdapat kenaikan jumlah kunjungan sebanyak 11 sekolah. Hal tersebut berkaitan dengan ditambahnya SDM non PNS yang memberikan pelayanan di mobil Pusling sehingga pekerjaan bisa dijalankan dengan lebih maksimal.

Kondisi perbandingan antara target dengan realisasi indikator ini dapat digambarkan dalam grafik di bawah:

 

 

  1. Prosentase tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan

Tahun 2014 prosentase tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan tercapai sebesar 75% melampaui target yang ditetapkan pada tahun tersebut yakni 50%, meskipun tidak terlalu signifikan pencapaian dengan target yang ditetapkan seiring dengan berjalannya waktu Kantor Perpustakaan dan Kearsipan terus mengadakan pembenahan pelayanan dan sarana penunjang kenyamanan pemustaka.

Perbandingan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan pada tahun 2014 dengan 2013 mengalami peningkatan sebesar 30%.

Grafik perbandingan realisasi dengan target indikator kinerja tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan perpustakaan seperti tercantum di bawah:

 

  1. Sasaran strategis 3: Perbaikan sistem administrasi kearsipan.

Dalam mencapai sasaran strategis Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun mengidentifikasikan 3 (dua) indikator yaitu:

  • Prosentase SKPD yang telah mengelola arsip secara baku
  • Jumlah Bimtek bagi petugas pengelola arsip
  • Prosentase akuisis arsip statis SKPD

Pencapaian sasaran strategis ini untuk tahun 2014 disajikan dalam table sebagai berikut:

 

 

 

 

Tabel 3.5 : Capaian indikator kinerja untuk sasaran strategis 3

No

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

Persentase Capaian

1

Prosentase SKPD yang telah mengelola arsip secara baku

5 %

24 %

480

2

Jumlah Bimtek bagi petugas pengelola arsip

2 kali

3 kali

150

3

Prosentase akuisisi arsip statis SKPD

17%

19%

112

 

Sedangkan bila dibandingkan pencapaian kinerja tahun-tahun sebelumnya disajikan dalam tabel berikut:

Table 3.6: capaian indikator kinerja untuk sarana strategis 3 tahun 2012-2014

 

No

 

Indikator Kinerja

Tahun

Perubahan

2012

2013

2014

1

Prosentase SKPD yang telah mengelola arsip secara baku

-

0

24

Naik 24 %

2

Jumlah Bimtek bagi petugas pengelola arsip

-

1

3

Naik 2 kali

3

Prosentase akuisisi arsip statis SKPD

-

13

19

Naik 6%

 

Analisis Perbandingan Antara Capaian Kinerja dengan Target Kinerja Tahun 2014 Serta Perbandingan Capaian Kinerja dengan Tahun Sebelumnya Untuk Sasaran Strategis 3

  1. Prosentase SKPD yang telah mengelola arsip secara baku

Di tahun 2014 untuk indikator ini tercapai sebesar 24% dari target yang ditetapkan sebesar 5%. Bila dibandingkan dengan tahun 2013, ada kenaikan sebesar 24% karena pada tahun 2013 belum ada SKPD yang menjalankan pengelolaan arsip secara baku. Dengan adanya bimbingan teknis bagi petugas pengelola arsip yang terealisasi sebanyak 3 kali sepanjang 2014 maka jumlah SKPD yang menjalankan pengelolaan arsip secara baku mulai meningkat.

Grafik perbandingan target dengan realisasi untuk indikator kinerja tersebut dapat dilihat di bawah ini:

 

  1. Jumlah bimtek bagi petugas pengelola arsip

Tahun 2014 dapat terlaksana bimtek arsip sebanyak 3 kali dari target yang ditetapkan sebanyak 2 kali. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun 2013 naik 2 kali dari capaian tahun 2013 yang hanya 1 kali melaksanakan bimtek bagi petugas pengelola arsip.

Grafik perbandingan antara target dengan realisasi indikator kinerja tersebut dapat dilihat di bawah:

 

  1. Prosentase akuisisi arsip statis SKPD

Tahun 2014 persentase capaian akuisisi arsip statis SKPD mencapai 112% atau sebesar 19% dari target akuisisi arsip statis sebesar 17%. Sedangkan perbandingan dengan tahun 2013 naik 6% dari capaian tahun 2013 sebanyak 13% akuisis arsip statis.

Grafik perbandingan antara target dengan realisasi indikator kinerja tersebut seperti tercantum di bawah:

 

 

Dari 3 sasaran strategis dan 8 indikator kinerja, apabila dibandingkan dengan tahun 2013, secara garis besar pencapaian indikator kinerja 2014 mengalami peningkatan untuk seluruh indikator. Hal ini terus akan diupayakan peningkatannya hingga pada tahun 2018 pencapaian indikator kinerja yang ditetapkan dapat melampaui yang telah ditargetkan.

Adapun capaian 8 indikator kinerja tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 dapat dilihat dalam grafik di bawah:

 

Sedangkan pencapaian target indikator kinerja tahun 2014 untuk 8 indikator kinerja yang telah ditetapkan dibandingkan dengan sisa target tahun 2018, menunjukkan bahwa dua indikator yakni indikator 2 dan 4 hampir angka pencapaian hampir memenuhi target tahun 2018, sedangkan indikator yang lainnya juga menunjukkan angka pencapaian yang hampir 50% atau 50% lebih dari target tahun 2018. Ilustrasi untuk perbandingan pencapaian tiap indikator dibanding dengan target tahun 2018 dapat dilihat dari diagram di bawah: